Rabu, 16 April 2014

seni



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN SENI
Kata seni adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "sani" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa". Mungkin saya memaknainya dengan keberangkatan orang/ seniaman saat akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan "ART" (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan. Namun kita tidaka usah mempersoalkan makna ini, karena kenyataannya kalu kita memperdebatkan makna yang seperti ini akan semakain memperkeruh suasana kesenian, biarlah orang memilih yang mana terserah mereka.
Seni adalah proses yang sengaja mengatur unsur-unsur dalam suatu cara yang menarik indra atau emosi. Ini mencakup berbagai macam kegiatan manusia, ciptaan, dan cara berekspresi, termasuk musik, sastra, film, patung, dan lukisan. Makna seni ini dibahas dalam cabang filsafat yang dikenal sebagai estetika.
B.     Sifat Seni Secara Umum
Seni memiliki sifat dasar kreatif, individual, perasaan, abadi, dan universal.Pengertian kreatif adalah kemampuan seseorang untuk mengubah sesuatu yang ada menjadi baru dan orisinil. Contoh: Batu yang diubah menjadi patung, tanah liat dapat menjadi keramik, suara diubah menjadi musik, gerakan menjadi sebuah tarian, dll. Sifat individual adalah bahwa suatu karya seni memiliki ciri perseorangan dari penciptanya.Lagu-lagu yang diciptakan Ebit G. Ade, sangat berbeda dengan lagu-lagu Rhoma Irama, Titik Puspa, atau pun yang lainnya. Atau lukisan Afandi sangat berbeda dengan lukisan-lukisan Basuki Abdullah, Raden Saleh, Popo Iskandar, Piccaso, Van Googh, maupum pelukis lainnya. Ciri khas pribadi inilah yang merupakan identitas dari karya mereka.Seni memiliki sifat perasaan, pengertiannya dalam membuat karya seni selalu melibatkan emosi dan jiwa.Oleh sebab itu, untuk dapat menikmati sebuah karya harus menggunakan kepekaan perasaan yang paling dalam.Sebuah lagu yang diciptakan melalui perasaan seorang seniman, kemudian dibawakan seorang penyanyi yang menjiwai isi lagu itu. Tampil dalam suara dan penampilan yang seirama, maka para pendengar lagu itu akan tergugah hatinya. Semua itu jika ada kesungguhan dalam menggunakan indera rasa seperti yang dilakukan pencipta dan penyanyinya.Seni memiliki sifat abadi atau keabadian.Sesungguhnya semua pembuatan manusia memiliki sifat demikian, yaitu perbuatan baik atau tercela yang sudah dilakukan tidak dapat dibatalkan. Seseorang yang telah berjasa kepada kita, sosoknya akan selalu melekat sampai akhir hayat, walau pun mungkin bendanya sudah hilang ditelan masa. Jika membuat karya seni memiliki tujuan estetik atau keindahan, hendaknya orang yang menikmatinya turut berlatih juga untuk berbuat sesuatu yang indah dan terpuji.Maka layaklah seorang seniman mendapat penghargaan ketika ada anak yang berbuat sesuatu kebaikan jika terpengaruh (menangkap amanat) cerita film, novel, syair lagu, dll.Tetapi sebaliknya, siapa yang bersalah jika kelakuan tidak baik diakibatkan oleh pengaruh cerita film atau buku-buku yang tidak mendidik?Seni bersifat universal, artinya seni tidak mengenal batasan waktu, bangsa, bahasa, dll. Sebagai contoh, semua orang yang berlainan bahasa akan tertawa terbahak-bahak ketika melihat tingkah laku badut sirkus yang sangat lucu. Atau seorang yang melihat gambar karikatur akan tersenyum tanpa mengetahui siapa pembuatnya.
C.     Fungsi seni
Secara umum fungsi seni dapat dibagi menajdi 2 yakni fungsi individual dan fungsi sosial.
Secara umum fungsi seni dapat dibagi menajdi 2 yakni fungsi individual dan fungsi sosial.
1. Fungsi individual, seni memiliki fungsi sebagai berikut :
a.    Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik
Pada hakekatnya manusia adalah mahkluk homofaber yang mempunyai kecakapan untuk apresiasi pada keindahan dan pemakaian benda-benda.Seni terapan memang mengacu pada pemuasan kebutuhan fisik sehingga segi kenyamanan menjadi hal penting.Sebagai contoh seni bangunan, seni furniture, seni pakaian/ textile, seni kerajinan dlll.
b.   Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional
Seseorang memiliki sifat yang berbeda-beda dengan manusia dimana pengalaman hidup seseorang akan mempengaruhi sisi emosional/ perasaaanya. Contoh perasaan sedih, letih-lelah, gembira, iba, kasihan, benci, cinta dlll.Manusia dapat merasakan semua itu dikarenakan di dalam dirinya terkandung dorongan emosional yang merupakan situasi kejiwaan pada setiap manusia normal.Untuk memenuhi kebutuhan emosiaonal manusia memerlukan dorongan dari luar dirinya yang bersifat menyenangkan, memuaskan kebutuhan batinnya.Sebagai sontoh karena kegiatan dan rutinitas sehari- hari maka manusia mengalami keletihan sehingga memerlukan rekreasi misalnya menonton hiburan teater, menonton film di bioskop, konser, pameran seni rupa dll. Seseorang yang memiliki pengalaman estetikanya lebih banyak maka ia akan memiliki kepuasan yang lebih banyak pula. Sedangkan seniman adalah seseorang yang mampu mengapresiasikan pengalaman dan perasaaannya dalam sebuah karya seni yang diciptakannya.Hal itu juga diyakini olehnya sebagai sarana memuaskan kebutuhan emosiaonal dirinya. 
2. Fungsi sosial, seni memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Fungsi Religi/Keagamaan
Karya seni sebagi pesan religi atau keagamaan.Contoh : kaligrafi, busana muslim/muslimah, dan lagu-lago rohani Seni yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan dengan upacara kelahiran, kematian, ataupun pernikahan. Contoh : Gamelan yang dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang, Angklung, dan Gambang. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek, Monggang, dan Ageng.
b. Fungsi Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan misalnya musik.Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama, Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial, kerjasama, dan disiplin. Pelajaran menggunakan bantuan karya seni.Contoh : gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah atau dokumenter, poster, lagu anak-anak, alat peraga IPA
c. Fungsi Komunikasi
Seni dapat digunakan sebagai alat komunikasi seperti pesan, kritik sosial, kebijakan, gagasan, dan memperkenalkan produk kepada masyarakat.Melalui media seni tertentu seperti, wayang kulit, wayang orang dan seni teater, dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan, poster, drama komedi, dan reklame.
d. Fungsi Rekreasi/Hiburan
Seni yang berfungsi sebagai sarana melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan, sebuah pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan, kesenian yang tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain.
e. Fungsi Artistik
Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial, misalnya terdapat pada musik kontemporer, tari kontemporer, dan seni rupa kontemporer, tidak bias dinikmati pendengar/pengunjung, hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya.
f. Fungsi Guna (seni terapan)
Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai karya seni murni, sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan, hasil karya seni ini disebut seni guna atau seni terapan. Contoh : Kriya, karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/peralatan rumah tangga yang berasal dai gerabah dan rotan.
g. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi)
Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik, jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian, dan lain-lain. Menurut Siegel (1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan yang dapat  merangsang sistem limbic jarikan neuron otak. Menurut Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran.


D.    PENGERTIAN MASYARAKAT TRADISIONAL
Apakah yang dimaksud dengan masyarakat tradisional?Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama.Adat istiadat adalah suatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosialnya.Jadi, masyarakat tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya.Kehidupan mereka belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan sosialnya.Kebudayaan masyarakat tradisional merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan alam dan sosial sekitarnya tanpa menerima pengaruh luar.Jadi, kebudayaan masyarakat tradisional tidak mengalami perubahan mendasar.Karena peranan adat-istiadat sangat kuat menguasai kehidupan mereka.
Masyarakat tradisional hidup di daerah pedesaan yang secara geografis terletak di pedalaman yang jauh dari keramaian kota. Masyarakat ini dapat juga disebut masyarakat pedesaan atau masyarakat desa. Masyarakat desa adalah sekelompok orang yang hidup bersama, bekerja sama, dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam. Istilah desa dapat merujuk pada arti yang berbeda-beda, tergantung dari sudutpandangnya.
Secara umum desa memiliki 3 unsur, yaitu :
  1. Daerah dan letak, yang diartikan sebagai tanah yang meliputi luas, lokasi dan batas-batasnya yang merupakan lingkungan geografis.
  2. Penduduk; meliputi jumlah, struktur umur, struktur mata pencaharian yang sebagian besar bertani, serta pertumbuhannya. 
  3.  Tata kehidupan; meliputi corak atau pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan warga desa.
Ketiga unsur dari desa tersebut tidak lepas satu sama lain, melainkan merupakan satu kesatuan
Secara sosiologis pengertian desa memberikan penekanan pada kesatuan masyarakat pertanian dalam suatu masyarakat yang jelas menurut susunan pemerintahannya. Bila kita amati secara fisik, desa diwarnai dengan kehijauan alamnya, kadang-kadang dilingkungi gunung-gunung, lembah-lembah atau hutan, dan umumnya belum sepenuhnya digarap manusia.
Secara sosial kehidupan di desa sering dinilai sebagai kehidupan yang tenteram, damai, selaras, jauh dari perubahan yang dapat menimbulkan konflik. Oleh karena itu, desa dianggap sebagai tempat yang cocok untuk menenangkan pikiran atau melepaskan lelah dari kehidupan kota. Akan tetapi, sebaliknya, adapula kesan yang menganggap masyarakat desa adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, sulit menerima pembaharuan, mudah ditipu dan sebagainya. Kesan semacam ini timbul karena masyarakat kota hanya mengamati kehidupan desa secara sepintas dan kurang mengetahui tentang kehidupan mereka sebenarnya. Namun demikian, perlu kita pahami bahwa tidak semua masyarakat desa dapat kita sebut sebagai masyarakat tradisional, sebab ada desa yang sedang mengalami perubahan ke arah kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Jadi, masyarakat desa yang dimaksud sebagai masyarakat tradisional dalam pembahasan ini adalah mereka yang berada di pedalaman dan kurang mengalami perubahan atau pengaruh dari kehidupan kota.

E.     CIRI-CIRI MASYARAKAT TRADISIONAL
Ciri yang paling pokok dalam kehidupan masyarakat tradisional adalah ketergantungan mereka terhadap lingkungan alam sekitarnya. Faktor ketergantungan masyarakat tradisional terhadap alam ditandai dengan proses penyesuaian terhadap lingkungan alam itu.
Jadi, masyarakat tradisional, hubungan terhadap lingkungan alam secara khusus dapat dibedakan dalam dua hal, yaitu :
  1. Hubungan langsung dengan alam, dan
  2. Kehidupan dalam konteks yang agraris.
Dengan demikian pola kehidupan masyarakat tradisional tersebut ditentukan oleh 3 faktor, yaitu :
  1. Ketergantungan terhadap alam,
  2. Derajat kemajuan teknis dalam hal penguasaan dan penggunaan alam, dan
  3. Struktur sosial yang berkaitan dengan dua faktor ini, yaitu struktur sosial geografis serta struktur pemilikan dan penggunaan tanah.
F.      PERAN SENI BAGI MASYARAKAT TDADISIONAL
Dalam pemahaman umum, seni sering diartikan hanya sebagai hiburan.Konotasi inilah yang perlu kita perjelas tidak hanya sebagai media hiburan.Seni dalam pemahaman yang lebih kompleks dapat merupakan sarana legitimasi, ketika seni itu berada di dalam istana (kraton). Soedarsono mengemukakan bahwa fungsi utama seni pertunjukan ada tiga yaitu :
1.      Untuk kepentingan upacara ritulal
2.       Sebagai hiburan pribadi
3.      Sebagai penyajian etestis atau tontonan.
Perkembangan selanjutnya seni dapat  pula berfungsi sebagai sarana pendidikan, media terapi, atau sebagai sarana komunikasi. Masing—masing fungsi tersebut dapat berkembang secara terpisah tanpa mengurangi makna dan tujuan penciptanya. Secara umum fungsi kesenian di dunia ini ada tiga yaitu :
1.      Pemujaan / ritual
Fungsi seni untuk pemujaan berlangsung pada masa ketika peradaban manusia masih sangat terbelakang.Kehidupan kesenian wakytu itu belum mengenal adanya instrumen musik, busana, dan gerak, tata panggung dan lain-lainnya, seperti kesenian pada masa kini.Kecenderungan seni ritual pada masa lalu lebih menekankan pada misi dari pada fisik atau bentuk.Tidak mengherankan kalau bentuk seni ritual untuk pemujaan masih sangat sederhana, baik dari aspek musik iringan, busana (kostum) serta rias, gerak, maupun penggunaan dekorasi sebagai setting pertunjukan. Pada saat ini kita masih dapat menjumpai jejak-jejak seni yang berperan sebagai media ritual atau pemujaan, misalnya tari barong untuk upacara di bali.

2.      Tuntunan
Fungsi seni sebagai tuntunan lebih menyentuh pada misi yang secara verbal diungkapkan. Pelaku seni dalam hal ini lebih dituntut untuk menyampaikan pesan moral yang akan dicapai. Seorang dalang sebagai contohnya, harus mampu memerankan semua tokoh yang ada di dalam kotak wayangnya.Dalang juga harus mampu membawakan diri dan memilah mana tokoh simbol angkara murka dan mana tokoh kebaikan.Dimensi inilah yang mewarnai tuntunan di balik sebuah tontonan.

3.       Tontonan/hiburan
Fungsi seni sebagai tontonan atau hiburan tidak banyak membutuhkan persyaratan.Seni untuk hiburan tidak terikat pada misi tertentu.Seni yang mampu memberikan kesenangan pada seorang atau kelompok orang yang berada di sekitar pertunjukan.

Dalam masyarakat yang masih tradisional, kesenian merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.Seni terjalin dengan kerja biasa dan dalam ritual religius.Upacara religius menyebabkan orang harus menyanyikan lagu-lagu indah, harus memakai pakaian tertentu, dan harus menjalankan gerakan-gerakan badan yang sangat teliti dan ditentukan pula. Dalam masyarakat yang kompleks, sudah ada pembagian kerja dan semua orang berpikir secara bebas maka kesenian merupakan salah satu aspek dari kehidupan yang dilakukan secara terpisah dari aspek lain. Pekerjaan seni dilakukan oleh para seniman yang memiliki bakat atau keahlian yang diperolehnya secara otodidak maupun melalui pendidikan seni khusus.Oleh karena itu, hidup matinya kesenian modern tergantung bagaimana apresiasi masyarakat terhadap hasil karya seni para seniman.




Selasa, 15 April 2014

Puisi untuk Guru Tercinta | Puisi Pendidikan Terindah



TerupdateOnline - Puisi untuk Guru Tercinta | Puisi Pendidikan Terindah | Puisi Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Terbaik, pada kesempatan kali ini admin akan memberikan suatu informasi buat anda semua yang sedang mencari-cari artikel seputar puisi indah untuk sang guru tercinta. memang sudah menjadi hal yang sangat penting peranan guru kepada muridnya. guru selalu memberikan didikan dan bimbingan yang baik serta menjelaskan berbagai ilmu pengetahuan untuk anak didiknya, tak hanya pendidikan formal saja, guru juga secara tak langsung sudah menjadi orang tua kita disekolah. guru juga memberikan suatu pendidikan moral dan tata krama agar kita dapat menjadi orang yang mempunyai sopan santun. maka dari itu Guru sangat layak sekali disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Kumpulan Puisi Guru Terbaik - anda pasti juga merasakan peranan dari seorang guru sangat membantu sekali, bilau mengajari kita tentang hal-hal baru yang belum pernah kita ketahui. membimbing kita secara pelan-pelan, terkadang memberikan nasehat juga kalau kita melakukan kesalahan. semua itu beliau lakukan dengan senang hati. nah buat anda yang ingin memberikan suatu untuk mengenang kebaikan dari beliau berikut akan admin berikan Puisi Perpisahan untuk Guru Tercinta - Puisi Pendidikan Terbaik :
Puisi untuk Guru Tercinta | Puisi Pendidikan Terindah
Puisi untuk Guru Tercinta | Puisi Pendidikan Terindah


Andai kata matahari tiada
Majulah Terus Siswa Indonesia

Dengar, dengar, Dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapanku sandarkan
Hanya kepadamu Cita-cita di pertaruhkan
Tak ada Sesuatu yang tak mungkin bagimu
Bangkitlah melawan harus yang terus mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu Sekencangg-kencangnya
Lawanlah bebuatan terjal yang mengusik di jalanan
Ingat, engkau adalah harapan, Engkau adalah masa depan
Masa depan ada di tangan mu
Harapan terpendam ada di pundak mu
Nasip bangsa mu yang menentukan

---------------------------------------------

Pahlawan Tampa Jasa

Pahlawan tampa tanda jasa
Adalah guru
Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar
Denyumanmu memberikan semangat untuk kami
Menyonsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluh mu
Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar
Untuk Murut-muritnya
Terimakasih Guru
Perjuangan mu sangat berarti bagiku
Tampamu ku takkan tahu tentang dunia ini
Akan selalu ku panjatkan Do'a untuk mu
Terimakasih Guru ku.

---------------------------------------------

Terimakasih guru

Kaulah pembimbingku
Kaulah pengajarku
Kaulah pendidikku
Guru....
Itulah julukan mu
Yang tak pernah bosan dalam
Mengajar dan membimbing ku
Guru....
Tampa dirimu aku akan hancur
Tampa dirimu aku akan sengsara
Tampa dirimu aku akan sesat
Guru ku....
Terimakasih
Atas Segala Jasa-jasa mu.

---------------------------------------------

Pahlawan Pendidikan

Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
Tak bisa Apa-apa, Dan tak bisa Kemana-mana
Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan Garis-garis dan kata
Yang dahulu hanya mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena yang kau mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus di baca
Terimakasih guru ku dari hati ku
Untuk semua pejuang pendidikan
Karena pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasip kita bisa berubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulut ku
Di hari pendidikan Nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwa mu
Wahai pejuang pendidikan indonesia.

---------------------------------------------

Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia

Guru........
Engkau pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkan mu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Engkau membuat hidup kami berarti

Guru......
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasa mu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawan ku

---------------------------------------------

Puisi Untuk Guru

Guru, tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku
Bahwa engkau datang dengan tekad untuk mencerdaskan anak bangsa
Setiap kali engkau masuk kelas, engkau selalu membawa hal-hal baru di dalam hidupku
Penuh kesungguhan namun tak hilangkan canda

Baru kusadari, bahwa kesalahanku sangatlah tidak terpuji
Terkadang diriku yang membangkang, menghiraukan apa yang diajarkan olehmu
Betapa bodohnya diriku, yang tidak menghargai seluruh perjuanganmu

Engkau selalu menyemangatiku, dan mendorongku disaat aku tidak dapat melangkah maju
Kini, hidupku sudah sedikit berubah, aku slalu ingin mencoba tanpa keluh dan kesah
Aku harap aku dapat terus berkembang menjadi apa yang telah guru ajarkan di dalam hidupku

Engkau akan ada selalu tertanam dalam dihatiku
Mungkin aku bukan murid terbaik untukmu tetapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik bagimu sayangmu
Sebagai ganti balas jasamu yang tak akan terganti
Seperti XL kau yang selalu ada untukku

---------------------------------------------

Puisi untuk guru dengan kenangan terindah
Kenangan Indah

Setiap masuk kelas Ia bawa hal baru
Hingga murid slalu menunggu-nunggu
Tak pernah datang terlambat
Aturan waktunya sungguh akurat
Pelajaranpun penuh dengan variasi
Dengan beragam macam aksi
Teriakan, tepuk tangan dan tawa
Yel-yel dan nyanyian bergema

Memberi semangat pada semua
Memberi dorongan untuk mencoba
Dengannya kelas jadi bernyawa
Penuh kesungguhan namun tak hilangkan canda

---------------------------------------------

Puisi Untuk Guru

Orang kata guru itu penat
Gaji tak seberapa kerja berlambak
Aku kata guru itu rehat
Mengajar tak seberapa tapi penuh berkat

Kerja sekerat-sekerat pahala penuh sendat
Ilmu yang dicurah tak dapat disekat
Makin dicurah makin mendekat
Orang kata guru itu sungguh bosan

Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”

Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”

on May 1, 2013 Hai kawan-kawan,  kali ini aku ingin bercerita tentang sebuah novel yang sangat menginspirasi, dengan judul “Surat Kecil Untuk Tuhan”.
Image
Novel yang ditulis oleh Agnes Davonar ini diangkat dari kisah nyata. Seorang anak berusia 13 tahun (Keke) yang sudah dihadapkan dengan sebuah penyakit mematikan, kanker. Perjalanan hidupnya seakan berubah total padahal masih banyak yang ingin dia lakukan dengan kondisi sehat.. namun sobat, dengan keadaan yang seperti itu, semangat dan rasa syukur yang luar biasa membuatnya ingin terus bertahan lebih lama di dunia ini demi orang-orang yang juga selalu setia menemaninya…
Aku tidak akan menceritakan sinopsisnya secara detail, karena hal itu akan membuat anda merugi, kenapa merugi?karena seperti apapun sinopsisnya, anda tidak akan benar-benar merasakan feel yang dalam jika tidak membaca bukunya secara langsung. Justru dengan mengerti sinopsisnya, anda akan lebih sulit untuk berimajinasi membayangkan kejadian tersebut secara nyata.
Di bagian belakang novel tersebut tertulis “ribuan air mata telah berjatuhan setelah membaca kisah ini”, ternyata benar, aku membaca novel ini selama 2 hari, dan selama 2 hari itupun aku menangis terhanyut hiksss hiksss
Berikut sebuah kata-kata yang diungkapkan oleh sahabat-sahabat keke dalam novel tersebut :
“Untuk sahabat kami Keke, kami selalu ada di hatimu. Dan selalu bersamamu untuk selamanya. Di sini kami menunggumu untuk kembali.”
Akhir kata, bagi kawan-kawan yang penasaran akan kisahnya, selamat membaca bukunyaaa

Image

Surat Kecil Untuk Tuhan

Surat Kecil Untuk Tuhan adalah film drama dan biografikal Indonesia yang dirilis pada 7 Juli 2011 dengan disutradarai oleh Harris Nizam yang dibintangi oleh Dinda Hauw dan Alex Komang. Film ini diangkat dari kisah nyata dari novel best-seller yang berjudul sama. Film ini, seperti novelnya, bercerita tentang Gita Sesa Wanda Cantika, penderita kanker Rhabdomyosarcoma pertama di

Sinopsis

Film ini menceritakan Gita Sesa Wanda Cantika atau yang dikenal dengan nama panggilan Keke, seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang sangat berada, memiliki dua orang kakak laki-laki yang bernama Chika dan Kiki, orang tua yang sangat menyayanginya walau sudah bercerai, dan juga Pak Yus, ajudan sang Ayah. Selain itu Keke juga dikelilingi enam sahabat karib yang selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin lengkap dengan kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya, yaitu Andy.
Semuanya tampak begitu sempurna. Pada tahun 2003 kanker menghinggapinya, Keke adalah pengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemoterapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.
Tak disangka, setahun kemudian, pada 2004, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Meskipun sudah ditolak di rumah sakit mana-mana, ayah Keke tidak pernah sekali pun menyerah untuk menyembuhkan anaknya, terbukti bahwa ia sanggup ke pedalaman bahkan keluar negeri hanya untuk menyembuhkan Keke. Meskipun ratusan dokter memprediksi bahwa hidup Keke tidak akan lebih dari tiga bulan, Keke berhasil bertahan untuk lebih dari setahun. Meskipun pada akhirnya, Keke harus menerima kenyataan bahwa ia memang tidak dapat disembuhkan karena kanker itu sudah terlalu menyebar. Keke meninggal dunia pada tanggal 25 Desember 2006.[1][2]

Sinopsis Novel Surat Kecil Untuk Tuhan

Sinopsis Novel Surat Kecil Untuk Tuhan

Penulis: Agnes Davonar
Penerbit: Inandra Published
Tahun Pertama terbit: 2008
Jumlah Halaman: 232

  
Buku ini mengisahkan ulang cerita pilu seorang gadis bernama Keke atau Gita Sesa Wanda Cantika. Ia terkena penyakit yang terbilang langka bernama Rabdosmiosarkoma atau yang dalam bahasa awam dikenal dengan nama kanker jaringan lunak. Keke sendiri merupakan pasien pertama di Indonesia yang terdeteksi terkena penyakit tersebut. Hal ini yang menjadikan kisahnya sangat menggugah. Keke divonis terjangkiti penyakit tersebut di usia 13 tahun dan hanya dalam jangka waktu 5 hari saja! Kanker jaringan lunak tersebut perlahan merubah wajah belia keke. Ia menjadi seseorang yang tak dikenali lagi sebab wajahnya menjadi sesuatu yang tak elok dipandang mata. Bagi anak-anak, mungkin wajah keke tersebut akan dipanggilnya rupa monster.

Buku ini didasarkan pada kisah nyata. Sang penulis mengemas perjuangan keke melawan penyakit kanker tersebut dengan baik. Meskipun pada beberapa bagian ia terlalu memaksakan pesan moral masuk pada dialog beberapa tokoh sehingga mengacaukan setting. Namun, toh, buku ini tetap memberi spirit utamanya bagi generasi muda bahwa seberapapun cobaannya, kita harus berani berdiri dan menghadapinya.


Perjuangan keke sempat berbuah manis, sebab tim dokter berhasil menyembuhkan penyakitnya. Hal ini menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi dunia kedokteran di Indonesia pada saat itu dan menjadi buah bibir di Negara lain. Banyak yang bertanya bagaimana bisa penyakit ganas tersebut ditaklukkan. Polemik tersebut akhirnya mendapat jawaban, sebab keke hanya “sembuh sementara”. Beberapa saat setelah ia menjalani pengobatan, kanker ganas itu bertamu kembali dan sekali lagi menyerang tubuh dan semangatnya. Keke pun menyadari, waktunya hidup tak bisa diulur lagi dengan obat dan lain-lainnya. Benar saja, ia meninggal pada tanggal 26 Desember di tahun 2006. Sebelum meninggal, ia sempat menuliskan surat. Surat ini kemudian yang mengilhami pemilihan judul “Surat Kecil Untuk Tuhan”. Berikut petikan surat keke tersebut:

Andaikan,….. semua dapat terulang kembali,
Tetapi pernahkah anda berfikiran tentang itu?
Pernahkah anda mengira-ngira apa yang akan terjadi
Jika semuanya dapat terulang kembali?
Dalam novelnya ini, Agnes Davonar menekankan makna sebuah waktu dalam kehidupan di dunia ini.
Kisah nyata gadis berusia 13 tahun bertahan hidup dari kanker ganas paling mematikan di dunia.


Tuhan …………..
Andai aku bisa kembali
Aku tak ingin ada tangisan di dunia ini
Tuhan …………
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku
Terjadi pada orang lain
Tuhan ……………
Bolehkah aku menulis Surat Kecil Untuk-Mu?
Tuhan …………….
Bolehkah aku memohon satu hal kecil pada-Mu?
Tuhan ………………
Biakanlah aku bisa dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya
Jika ditelaah, buku ini memang menarik. Bukan hanya berbicara persoalan derita seseorang, tetapi juga memperlihatkan sebuah perjuangan sekaligus kepasrahan pada Sang Pencipta. Penulis novel ini berhasil menyampaikan kisah keke dengan baik. Selain keke, tokoh lain di dalam kisah ini antara lain ayah Keke sendiri, sahabat-sahabat keke yakni Fadha, Maya, Shifa, ida dan Andhini, ada pula Dr. Adhi, Dr. Mukhlis, Andi, Pak Iyus. Karena ini berdasar pada kisah nyata, maka tokoh tersebut semua nyata. Mungkin hal ini yang membuat watak para tokoh tergambar dengan jelas.

Secara umum, novel ini layak untuk dibaca. Alur yang digunakan adalah campuran yakni maju dan mundur. Sementara itu setting cerita antara lain rumah Keke, sekolah, rumah sakit dan juga beberapa potongan kejadian di sebuah villa. Penulis menggunakan sudut pandang cerita orang pertama. Jadi saat membaca buku ini kita seolah sedang mendengarkan Keke bercerita kisahnya sendiri. Adapun pemilihan bahasa yang dipakai penulis cukup ringan sehingga novel ini bisa dibaca untuk umum. Novel ini juga banyak menyisip nilai moral dan nilai agama. Tentu hal ini merupakan pembelajaran yang baik bagi pembaca.

Sinopsis novel Surat Kecil Untuk Tuhan ini hanya membahas unsur-unsur yang penting dalam kisah ini. Untuk kesan yang lebih mendalam, tak ada salahnya jika Anda meluangkan waktu untuk membaca keseluruhan novel tersebut. Ia layak untuk dibaca pun diresapi maknanya. Selamat membaca ya!

Jumat, 11 April 2014

Pesan Cinta dalam Sepucuk Angpau

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pesan Cinta dalam Sepucuk Angpau

Juara III lomba resensi buku Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah yang diadakan penerbit Gramedia

Judul buku : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis       : Tere Liye
Penerbit     : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan    : Pertama, 2012
ISBN        : 978-979-22-7913-9
Tebal buku : 512 halaman
Harga buku : Rp 72.000, -

SELAMA langit belum runtuh, tema tentang kisah cinta dalam literatur sastra –tidak bisa dimungkri-- tak akan pernah lekang dan usang untuk dikisahkan. Tema tentang kisah cinta akan selalu menarik dan memikat untuk dibaca, direnungkan bahkan dikenang sepanjang masa. Sebab tema tentang kisah cinta merupakan tema abadi dalam palung kehidupan yang tak lekang dimakan waktu dan dibatasi oelh ruang.


Tidak berlebihan, jika kisah Romeo-Juliat maupun Laila-Majnun hingga detik ini masih mengundang daya pikat bagi pembaca. Sebab, di balik kisah cinta sejati dua anak manusia yang memilukan, tragis bahkan penuh dengan perjuangan tersimpan selaksa makna yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran. Apalagi, jika "kisah cinta" itu sampai berujung tragedi, dan tidak bisa disatukan lantaran ada perbedaan ras, kultur, agama, maupun status sosial. Wajar, kalau kisah cinta seperti merenggut air mata menetes, mengiris-iris relung hati hingga akhirnya bisa diingat sebagai sebuah kisah yang tak mudah untuk dilupakan.
Novel karya Tere Liye yang berjudul Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah ini tak dapat dimungkiri menjadi satu bukti nyata akan kebenaran itu. Meskipun novel ini tidak mengisahkan kisah cinta sejati yang luar biasa, melainkan hanya kisah cinta biasa, sederhana dari dua anak manusia yang terjadi di tepi sungai Kapuas, tapi pengarang mampu membuat kisah cinta biasa itu meletup-letup dan mengagumkan. Pasalnya, Tere Liye “piawai” merangkai kisah itu dengan teknik cerita yang menawan.
***
BORNO, tokoh utama dalam novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah ini, tak pernah menyangka jika perkenalannya dengan gadis sendu dapat membuka kotak pandora tentang satu misteri yang terselip dalam kehidupan Borno pada masa lalu. Anehnya, kunci “pembuka” kotak pandora itu termaktub di balik sepucuk angpau merah yang ditinggalkan gadis berwajah sendu dan menawan itu di bawah tempat duduk sepit. 
Uniknya lagi sepucuk angpau merah itu seperti menyimpan kekuatan nan ajaib. Sepucuk angkau itu dapat diibaratkan serupa mata anak panah venus yang membidik jantung hati Borno sampai-sampai dia jatuh hati kepada si pemilik angpau itu. Tapi di balik sepucuk angpau merah itu ternyata menyimpan satu alasan; kenapa gadis itu menghindar dari Borno, walaupun tak dapat dipungkiri, jika gadis itu sebenarnya juga jatuh cinta pada Borno –“bujang berhati paling lurus” dΐ sepanjang sungai Kapuas itu.
Bisa jadi cerita novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah ini tidak akan mengundang penasaran kalau Borno sedari awal membuka angpau itu. Pada titik inilah, pengarang novel ini seakan hendak menghanyutkan emosi pembaca pada alur kisah yang panjang. Sebab, di balik isi angpau merah itu ada secercah jawaban dari setangkup beban yang sempat menjadi pertanyaan besar bagi Borno tentang cinta sejati dan fakta di balik kematian ayah Borno.
Jadi, setelah ayah Borno meninggal, dia hidup dengan “menanggung” masa depan yang buram. Wajar jika Borno hanya mampu tamat SMA, dan tidak bisa melanjutkan kuliah lantaran tak ada biaya. Akhirnya, dia bekerja menjadi pengemudi sepit --perahu motor tradisional, atau alat transportasi yang efektif, hemat waktu dan uang untuk menyeberang sungai Kapuas. Di saat Borno mengemudikan sepit itulah, dia menemukan sepucuk amplop merah tanpa nama di dasar sepit, tepat di bawah bangku tempat duduk seorang gadis berbaju kuning, berambut panjang, bermata sipit, berwajah sendu dan menawan.
Awalnya, Borno sempat mengira angpau merah itu sepucuk surat cinta. Karena itu, dia tak berani membuka. Dia takut jika sepucuk surat itu bukan untuk dirinya. Borno pun bertekat ingin mengembalikan amplop berwarna merah itu. Tapi ketika dia mau mengembalikan angpau tersebut, justru dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Borno melihat gadis sendu nan menawan itu justru sedang membagi-bagikan amplop merah dalam rangka perayaan imlek.
Borno tergugu dan seakan disadarkan bahwa amplop merah yang dia kira surat cinta itu tak lebih hanya sebuah angpau biasa. Bahkan, Borno sempat terkejut, sewaktu gadis sendu nan menawan itu pun berucap sambil tersenyum, "Abang Borno mau angpau juga? Oh, abang Borno sudah dapat."
Di luar dugaan Borno, ternyata gadis sendu nan menawan itu  sudah tahu namanya. Dari situlah, Borno yakin jika amplop merah itu hanya angpau biasa sehingga Borno menyimpannya dan bahkan tidak pernah membukanya. Tetapi, sejak peristiwa itu, Borno kian terobsesi dengan gadis itu. Diam-diam, Borno memperhatikan dengan detail jam kepergian gadis itu yang selalu menyeberang sungai Kapuas pada pukul 7.15 setiap pagi.
Dengan cerdik Borno berusaha mendapatkan antrean keberangkatan sepit pada jam dan waktu tersebut dengan harapan gadis itu menyeberang dengan sepit yang dia kemudikan. Dan hanya Pak Tua bijak –juga pengemudi sepit-- yang tahu ulah Borno sehingga sempat menyindir. Tetapi perasaan cinta itu justru membuat Borno salah tingkah. Apalagi, itu adalah pengalaman pertama Borno jatuh hati. Akhirnya, walau gadis itu sudah naik sepitnya, ironisnya tak sepatah kata pun terucap dari bibir Borno.
Sampai waktu pun berlalu, dan kesempatan itu akhirnya tiba. Borno bisa berkenalan dan berbicara akrab dengan gadis itu --yang ternyata bernama Mei. Bahkan, dia sempat mengajari Mei mengemudikan sepit. Tapi waktu harus memisahkan keduanya. Mei harus pulang kembali ke Surabaya lantaran praktek mengajarnya sudah selesai.
Setelah kepulangan Mei, Borno seakan kehilangan separuh nyawa. Tetapi, berkat petuah Pak Tua, Borno pun tidak mau menyerah pada keadaan. Apalagi, setelah Pak Tua itu berpesan, "Cinta sejati akan menemukan jalannya." Pesan itu semakin meneguhkan hati Borno ketika dia kemudian berkesempatan pergi ke Surabaya karena mengantar pak tua terapi. Di Surabaya itu, Borno berusaha untuk mencari Mei tapi secara tak sengaja keduanya justru bertemu secara tak terduga di tempat terapi --karena kebetulan Mei sedang mengantar neneknya terapi.
Pertemuan itu membuat Borno dan Mei kembali dibelit kenangan masa lalu. Borno pun mengajak Mei jalan-jalan dan makan, bahkan mengantar pulang. Tapi, setelah tahu rumah Mei, hati Borno seperti ciut. Sebab, dia menjumpai kenyataan tentang perbedaan antara Mei dan dia yang sangat jauh berbeda. Rumah Mei bagus dan besar. Hati Borno semakin terasa teriris, saat ayah Mei memperingatkan agar Borno menjauhi Mei. Walaupun ayah Mei berkata bahwa hal itu bukan karena status Borno, melainkan ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang membuat Mei harus menjauhi Borno. Sesuatu hal yang sebenarnya sudah tertulis dalam sepucuk angpau merah.
***
LANTAS apa sebenarnya yang ditulis oleh Mei di dalam sepucuk angpau merah sehingga menjadikan cinta Borno dan Mei itu seakan tak bisa dipertemukan? Jawaban tentang isi angpau itulah yang dielaborasi dengan apik, cerdas, bahkan piawai oleh Tere Liye dalam novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah ini. Sebuah novel yang mengisahkan tentang kisah cinta biasa, tapi menyimpan kekuatan yang luar biasa.
Dengan mengangkat “setting” kota air Pontianak, novel berjudul Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah ini mampu mengonyak imajinasi pembaca tentang kehidupan masyarakat di tepian sungai Kapuas. Pengarang dapat menggambarkan dengan menawan tentang keindahan dan kehidupan penduduk tepi sungai Kapuas –termasuk perihal rumah di atas sungai sehingga penduduk yang ingin bepergian tinggal melompat ke sepit yang ada di kolong rumah. Bahkan pengarang bisa mengungkap kedalaman adat, tradisi dan kehidupan yang biasa dan sederhana di tepi sungai Kapuas, tetapi pengarang mampu menarasikan dengan kata-kata yang memikat, mengalir dan tak membosankan, bagaikan menonton sebuah film tentang masyarakat Kapuas.
Harus diakui, meski novel tentang kisah cinta sejati Borno dan Mei ini bukan tema baru dalam dunia sastra, tetapi novel ini patut mendapatkan tempat istimewa dalam khazanah sastra Indonesia. Dengan mengangkat kisah cinta sejati dua anak manusia dari dua status sosial yang berbeda, pengarang seakan dengan telak ingin meneguhkan bahwa cinta itu tak mengenal kasta dan perbedaan ras. Sebab, cinta itu merupakan anugerah dari Tuhan.
Satu hal lagi, pengarang dalam menulis novel ini pun menaburkan petuah-petuah bijak dan arif tentang sahabat sejati, cinta, dan kehidupan. Dan, semua itu dibalut dengan kisah yang kocak sampai mampu mengocok perut pembaca. Tetapi, kelucuan itu tidak membuat novel yang apik mengisahkan tokoh sentral Borno ini terbuai. Sebab di balik kisah Borno itulah terselip dan termaktub perjuangan anak manusia yang bangkit dari keterpurukan untuk menggapai cita-cita.