BAB
II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN SENI
Kata
seni adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun
dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata
"sani" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan
jiwa". Mungkin saya memaknainya dengan keberangkatan orang/ seniaman saat
akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan
"ART" (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau
karya dari sebuah kegiatan. Namun kita tidaka usah mempersoalkan makna ini,
karena kenyataannya kalu kita memperdebatkan makna yang seperti ini akan
semakain memperkeruh suasana kesenian, biarlah orang memilih yang mana terserah
mereka.
Seni
adalah proses yang sengaja mengatur unsur-unsur dalam suatu cara yang menarik
indra atau emosi. Ini mencakup berbagai macam kegiatan manusia, ciptaan, dan
cara berekspresi, termasuk musik, sastra, film, patung, dan lukisan. Makna seni
ini dibahas dalam cabang filsafat yang dikenal sebagai estetika.
B. Sifat Seni Secara Umum
Seni
memiliki sifat dasar kreatif, individual, perasaan, abadi, dan
universal.Pengertian kreatif adalah kemampuan seseorang untuk mengubah sesuatu
yang ada menjadi baru dan orisinil. Contoh: Batu yang diubah menjadi patung,
tanah liat dapat menjadi keramik, suara diubah menjadi musik, gerakan menjadi
sebuah tarian, dll. Sifat individual adalah bahwa suatu karya seni memiliki
ciri perseorangan dari penciptanya.Lagu-lagu yang diciptakan Ebit G. Ade,
sangat berbeda dengan lagu-lagu Rhoma Irama, Titik Puspa, atau pun yang
lainnya. Atau lukisan Afandi sangat berbeda dengan lukisan-lukisan Basuki
Abdullah, Raden Saleh, Popo Iskandar, Piccaso, Van Googh, maupum pelukis
lainnya. Ciri khas pribadi inilah yang merupakan identitas dari karya
mereka.Seni memiliki sifat perasaan, pengertiannya dalam membuat karya seni
selalu melibatkan emosi dan jiwa.Oleh sebab itu, untuk dapat menikmati sebuah
karya harus menggunakan kepekaan perasaan yang paling dalam.Sebuah lagu yang
diciptakan melalui perasaan seorang seniman, kemudian dibawakan seorang
penyanyi yang menjiwai isi lagu itu. Tampil dalam suara dan penampilan yang
seirama, maka para pendengar lagu itu akan tergugah hatinya. Semua itu jika ada
kesungguhan dalam menggunakan indera rasa seperti yang dilakukan pencipta dan
penyanyinya.Seni memiliki sifat abadi atau keabadian.Sesungguhnya semua
pembuatan manusia memiliki sifat demikian, yaitu perbuatan baik atau tercela
yang sudah dilakukan tidak dapat dibatalkan. Seseorang yang telah berjasa
kepada kita, sosoknya akan selalu melekat sampai akhir hayat, walau pun mungkin
bendanya sudah hilang ditelan masa. Jika membuat karya seni memiliki tujuan
estetik atau keindahan, hendaknya orang yang menikmatinya turut berlatih juga
untuk berbuat sesuatu yang indah dan terpuji.Maka layaklah seorang seniman
mendapat penghargaan ketika ada anak yang berbuat sesuatu kebaikan jika
terpengaruh (menangkap amanat) cerita film, novel, syair lagu, dll.Tetapi
sebaliknya, siapa yang bersalah jika kelakuan tidak baik diakibatkan oleh
pengaruh cerita film atau buku-buku yang tidak mendidik?Seni bersifat
universal, artinya seni tidak mengenal batasan waktu, bangsa, bahasa, dll.
Sebagai contoh, semua orang yang berlainan bahasa akan tertawa terbahak-bahak
ketika melihat tingkah laku badut sirkus yang sangat lucu. Atau seorang yang
melihat gambar karikatur akan tersenyum tanpa mengetahui siapa pembuatnya.
C. Fungsi seni
Secara umum fungsi seni dapat
dibagi menajdi 2 yakni fungsi individual dan fungsi sosial.
Secara umum fungsi seni dapat
dibagi menajdi 2 yakni fungsi individual dan fungsi sosial.
1. Fungsi
individual, seni memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik
Pada hakekatnya manusia adalah mahkluk homofaber yang mempunyai
kecakapan untuk apresiasi pada keindahan dan pemakaian benda-benda.Seni terapan
memang mengacu pada pemuasan kebutuhan fisik sehingga segi kenyamanan menjadi
hal penting.Sebagai contoh seni bangunan, seni furniture, seni pakaian/
textile, seni kerajinan dlll.
b. Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional
Seseorang
memiliki sifat yang berbeda-beda dengan manusia dimana pengalaman hidup
seseorang akan mempengaruhi sisi emosional/ perasaaanya. Contoh perasaan sedih,
letih-lelah, gembira, iba, kasihan, benci, cinta dlll.Manusia dapat merasakan
semua itu dikarenakan di dalam dirinya terkandung dorongan emosional yang
merupakan situasi kejiwaan pada setiap manusia normal.Untuk memenuhi kebutuhan
emosiaonal manusia memerlukan dorongan dari luar dirinya yang bersifat
menyenangkan, memuaskan kebutuhan batinnya.Sebagai sontoh karena kegiatan dan
rutinitas sehari- hari maka manusia mengalami keletihan sehingga memerlukan
rekreasi misalnya menonton hiburan teater, menonton film di bioskop, konser,
pameran seni rupa dll. Seseorang yang memiliki pengalaman estetikanya lebih
banyak maka ia akan memiliki kepuasan yang lebih banyak pula. Sedangkan seniman
adalah seseorang yang mampu mengapresiasikan pengalaman dan perasaaannya dalam
sebuah karya seni yang diciptakannya.Hal itu juga diyakini olehnya sebagai
sarana memuaskan kebutuhan emosiaonal dirinya.
2. Fungsi
sosial, seni memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Fungsi Religi/Keagamaan
Karya seni
sebagi pesan religi atau keagamaan.Contoh : kaligrafi, busana muslim/muslimah,
dan lagu-lago rohani Seni yang digunakan untuk sebuah upacara yang berhubungan
dengan upacara kelahiran, kematian, ataupun pernikahan. Contoh : Gamelan yang
dimainkan pada upacara Ngaben di Bali yakni gamelan Luwang, Angklung, dan
Gambang. Gamelan di Jawa Gamelan Kodhok Ngorek, Monggang, dan Ageng.
b. Fungsi
Pendidikan
Seni sebagai
media pendidikan misalnya musik.Contoh : Ansambel karena didalamnya terdapat
kerjasama, Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian
tersebut mempunyai nilai sosial, kerjasama, dan disiplin. Pelajaran menggunakan
bantuan karya seni.Contoh : gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah atau
dokumenter, poster, lagu anak-anak, alat peraga IPA
c. Fungsi
Komunikasi
Seni dapat
digunakan sebagai alat komunikasi seperti pesan, kritik sosial, kebijakan,
gagasan, dan memperkenalkan produk kepada masyarakat.Melalui media seni
tertentu seperti, wayang kulit, wayang orang dan seni teater, dapat pula syair
sebuah lagu yang mempunyai pesan, poster, drama komedi, dan reklame.
d. Fungsi
Rekreasi/Hiburan
Seni yang
berfungsi sebagai sarana melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan, sebuah
pertunjukan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan, kesenian yang
tanpa dikaitkan dengan sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain.
e. Fungsi
Artistik
Seni yang
berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk
hal yang komersial, misalnya terdapat pada musik kontemporer, tari kontemporer,
dan seni rupa kontemporer, tidak bias dinikmati pendengar/pengunjung, hanya
bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya.
f. Fungsi
Guna (seni terapan)
Karya seni yang
dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut
sebagai karya seni murni, sebaliknya jika dalam proses penciptaan seniman harus
mempertimbangkan aspek kegunaan, hasil karya seni ini disebut seni guna atau
seni terapan. Contoh : Kriya, karya seni yang dapat dipergunakan untuk
perlengkapan/peralatan rumah tangga yang berasal dai gerabah dan rotan.
g. Fungsi
Seni untuk Kesehatan (Terapi)
Pengobatan
untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi
musik, jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. Terapi
musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme,
gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian, dan lain-lain. Menurut Siegel
(1999) menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang
menenangkan yang dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak.
Menurut Gregorian bahwa gamelan dapat mempertajam pikiran.
D. PENGERTIAN MASYARAKAT TRADISIONAL
Apakah yang dimaksud dengan masyarakat
tradisional?Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih
banyak dikuasai oleh adat istiadat lama.Adat istiadat adalah suatu aturan yang
sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan
atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosialnya.Jadi, masyarakat tradisional
di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau
kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya.Kehidupan mereka
belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar
lingkungan sosialnya.Kebudayaan masyarakat tradisional merupakan hasil adaptasi
terhadap lingkungan alam dan sosial sekitarnya tanpa menerima pengaruh
luar.Jadi, kebudayaan masyarakat tradisional tidak mengalami perubahan
mendasar.Karena peranan adat-istiadat sangat kuat menguasai kehidupan mereka.
Masyarakat tradisional hidup di daerah pedesaan yang secara
geografis terletak di pedalaman yang jauh dari keramaian kota. Masyarakat ini
dapat juga disebut masyarakat pedesaan atau masyarakat desa. Masyarakat desa
adalah sekelompok orang yang hidup bersama, bekerja sama, dan berhubungan erat
secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam. Istilah desa dapat
merujuk pada arti yang berbeda-beda, tergantung dari sudutpandangnya.
Secara umum desa memiliki 3 unsur, yaitu :
Secara umum desa memiliki 3 unsur, yaitu :
- Daerah dan letak, yang diartikan sebagai tanah yang meliputi luas, lokasi dan batas-batasnya yang merupakan lingkungan geografis.
- Penduduk; meliputi jumlah, struktur umur, struktur mata pencaharian yang sebagian besar bertani, serta pertumbuhannya.
- Tata kehidupan; meliputi corak atau pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan warga desa.
Ketiga unsur dari desa tersebut tidak lepas satu sama lain,
melainkan merupakan satu kesatuan
Secara sosiologis pengertian desa memberikan penekanan pada
kesatuan masyarakat pertanian dalam suatu masyarakat yang jelas menurut susunan
pemerintahannya. Bila kita amati secara fisik, desa diwarnai dengan kehijauan
alamnya, kadang-kadang dilingkungi gunung-gunung, lembah-lembah atau hutan, dan
umumnya belum sepenuhnya digarap manusia.
Secara sosial kehidupan di desa sering dinilai sebagai
kehidupan yang tenteram, damai, selaras, jauh dari perubahan yang dapat
menimbulkan konflik. Oleh karena itu, desa dianggap sebagai tempat yang cocok
untuk menenangkan pikiran atau melepaskan lelah dari kehidupan kota. Akan
tetapi, sebaliknya, adapula kesan yang menganggap masyarakat desa adalah bodoh,
lambat dalam berpikir dan bertindak, sulit menerima pembaharuan, mudah ditipu
dan sebagainya. Kesan semacam ini timbul karena masyarakat kota hanya mengamati
kehidupan desa secara sepintas dan kurang mengetahui tentang kehidupan mereka
sebenarnya. Namun demikian, perlu kita pahami bahwa tidak semua masyarakat desa
dapat kita sebut sebagai masyarakat tradisional, sebab ada desa yang sedang
mengalami perubahan ke arah kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan
lama. Jadi, masyarakat desa yang dimaksud sebagai masyarakat tradisional dalam
pembahasan ini adalah mereka yang berada di pedalaman dan kurang mengalami
perubahan atau pengaruh dari kehidupan kota.
E. CIRI-CIRI MASYARAKAT TRADISIONAL
Ciri yang paling pokok dalam kehidupan masyarakat
tradisional adalah ketergantungan mereka terhadap lingkungan alam sekitarnya.
Faktor ketergantungan masyarakat tradisional terhadap alam ditandai dengan
proses penyesuaian terhadap lingkungan alam itu.
Jadi, masyarakat tradisional, hubungan terhadap lingkungan
alam secara khusus dapat dibedakan dalam dua hal, yaitu :
- Hubungan langsung dengan alam, dan
- Kehidupan dalam konteks yang agraris.
Dengan
demikian pola kehidupan masyarakat tradisional tersebut ditentukan oleh 3
faktor, yaitu :
- Ketergantungan terhadap alam,
- Derajat kemajuan teknis dalam hal penguasaan dan penggunaan alam, dan
- Struktur sosial yang berkaitan dengan dua faktor ini, yaitu struktur sosial geografis serta struktur pemilikan dan penggunaan tanah.
F. PERAN
SENI BAGI MASYARAKAT TDADISIONAL
Dalam
pemahaman umum, seni sering diartikan hanya sebagai hiburan.Konotasi inilah
yang perlu kita perjelas tidak hanya sebagai media hiburan.Seni dalam pemahaman
yang lebih kompleks dapat merupakan sarana legitimasi, ketika seni itu berada
di dalam istana (kraton). Soedarsono mengemukakan bahwa fungsi utama seni pertunjukan ada tiga yaitu :
1. Untuk kepentingan upacara ritulal
2. Sebagai hiburan pribadi
3. Sebagai penyajian etestis atau
tontonan.
Perkembangan
selanjutnya seni dapat pula berfungsi
sebagai sarana pendidikan, media terapi, atau sebagai sarana komunikasi.
Masing—masing fungsi tersebut dapat berkembang secara terpisah tanpa mengurangi
makna dan tujuan penciptanya. Secara umum fungsi kesenian di dunia ini ada tiga
yaitu :
1. Pemujaan / ritual
Fungsi seni untuk pemujaan
berlangsung pada masa ketika peradaban manusia masih sangat terbelakang.Kehidupan
kesenian wakytu itu belum mengenal adanya instrumen musik, busana, dan gerak,
tata panggung dan lain-lainnya, seperti kesenian pada masa kini.Kecenderungan
seni ritual pada masa lalu lebih menekankan pada misi dari pada fisik atau bentuk.Tidak
mengherankan kalau bentuk seni ritual untuk pemujaan masih sangat sederhana,
baik dari aspek musik iringan, busana (kostum) serta rias, gerak, maupun
penggunaan dekorasi sebagai setting pertunjukan. Pada saat ini kita masih dapat
menjumpai jejak-jejak seni yang berperan sebagai media ritual atau pemujaan,
misalnya tari barong untuk upacara di bali.
2. Tuntunan
Fungsi
seni sebagai tuntunan lebih menyentuh pada misi yang secara verbal diungkapkan.
Pelaku seni dalam hal ini lebih dituntut untuk menyampaikan pesan moral yang
akan dicapai. Seorang dalang sebagai contohnya, harus mampu memerankan semua
tokoh yang ada di dalam kotak wayangnya.Dalang juga harus mampu membawakan diri
dan memilah mana tokoh simbol angkara murka dan mana tokoh kebaikan.Dimensi inilah
yang mewarnai tuntunan di balik sebuah tontonan.
3. Tontonan/hiburan
Fungsi
seni sebagai tontonan atau hiburan tidak banyak membutuhkan persyaratan.Seni
untuk hiburan tidak terikat pada misi tertentu.Seni yang mampu memberikan
kesenangan pada seorang atau kelompok orang yang berada di sekitar pertunjukan.
Dalam masyarakat
yang masih tradisional, kesenian merupakan bagian dari kehidupan
sehari-hari.Seni terjalin dengan kerja biasa dan dalam ritual religius.Upacara
religius menyebabkan orang harus menyanyikan lagu-lagu indah, harus memakai
pakaian tertentu, dan harus menjalankan gerakan-gerakan badan yang sangat
teliti dan ditentukan pula. Dalam masyarakat yang kompleks, sudah ada pembagian
kerja dan semua orang berpikir secara bebas maka kesenian merupakan salah satu
aspek dari kehidupan yang dilakukan secara terpisah dari aspek lain. Pekerjaan
seni dilakukan oleh para seniman yang memiliki bakat atau keahlian yang
diperolehnya secara otodidak maupun melalui pendidikan seni khusus.Oleh karena
itu, hidup matinya kesenian modern tergantung bagaimana apresiasi masyarakat
terhadap hasil karya seni para seniman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar